Peran Festival Film Bagi Edwin, Yosep Anggi Noen dan Joko Anwar

Panel discussion Sundance Film Festival 2021 Asia bertajuk 'The Directors - How Festivals Changed Our Careers' (Dok. IDN Times)
ADMIN
MONDAY 27.09.2021

Jadi starting point distribusi film ke pasar internasional

Pada Jumat (24/9/2021), Sundance Film Festival: Asia 2021 menggelar panel diskusi daring mengenai cara festival film mengubah karier para sutradara. Panel ini diisi oleh sutradara kenamaan Indonesia yakni Joko Anwar, Edwin, dan Yosep Anggi Noen.

Pembahasan dalam panel tersebut memberikan beberapa pokok yang dapat diambil. Berikut pesan penting dari panel The Directors – How Festival Changed Our Careers bersama ketiga pembicara ini.

1. Pada awal 2000-an, festival film jadi satu-satunya tempat distribusi film
image
Sutradara Edwin. (Dok. IDN Times)

Edwin, sutradara film Indonesia, mengatakan bahwa film Posesif (2017) merupakan karya pertamanya yang diputar di bioskop. Sebelumnya, karyanya hanya diputar di komunitas film dan di beberapa universitas.

“Pada awal tahun 2000, waktu saya bikin film pendek, gak ada pilihan lain. Masih belum ada banyak channel untuk mendistribusikan film. Jadi festival film adalah satu-satunya pilihan untuk memutar dan mendistribusikan film pendek,” ujar Edwin.

Menurut Edwin, yang membedakan karya film pendek dan film panjangnya adalah sistem distribusi filmnya. Jika di film panjang, didistribusikan di bioskop Indonesia. Ada bagian promosi dan marketing. Hal tersebut yang membedakan saat dirinya membuat film pendek dan beberapa film panjang yang tidak diputar di bioskop.

2. Festival jadi starting point pasar distribusi internasional
image
Poster film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (twitter.com/palarifilms)

Edwin mengatakan bahwa dirinya menggunakan festival sebagai awal mula memperkenalkan filmnya yang berjudul ‘Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas’ (2021). Film ini didistribusikan ke tiga negara, yakni Indonesia, Singapura, dan Jerman.

“Kalau Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas ini dari awal sistem pendaannya saja dari awal sudah merasa perlu melibatkan produksi internasional. Karena skema financing produksi internasional ini punya karakteristiknya sendiri,” ujar Edwin.

Menurut Edwin, langkah paling efektif adalah festival film digunakan sebagai pasar utama. Jadi, festival menjadi starting point-nya pasar distribusi internasional.

3. Festival film bisa menjadi alat ukur bagi pembuat film
image
Sutradara Joko Anwar. (Dok. IDN Times)

Joko Anwar, sutradara dan penulis naskah, mengatakan saat film sudah mendapat perhatian yang besar di festival, film tersebut akan dapat didistribusi dan dibeli oleh produser dari daerah atau negara lain. Kemudian, Joko juga menyampaikan bahwa festival film dapat menjadi suatu tolak ukur bagi filmmaker. 

“Begitu film dilepas ke festival, apalagi festival besar seperti Cannes, ini akan menjadi bukti bahwa film tersebut punya standar kualitas yang tinggi. Karena festival film seperti Sundance dan lainnya punya standar film yang akan mereka masukan ke program mereka. Jadi bisa jadi pembuktian dan tools kita bagi filmmaker untuk tahu kemampuan kita dalam membuat film,” ujar Joko. 

4. Beberapa karier sutradara dibuat oleh festival film
image
Sutradara Yosep Anggi Noen. (Dok. IDN Times)

Joko Anwar mengatakan bahwa hadir festival tidak hanya datang dan menerima penghargaan, tetapi di festival juga ada bisnis. Tujuan dari festival adalah untuk agar pembuat film dan karyanya juga dapat dikenal.

“Kalau kita buat film dan filmnya udah jadi terus kita bikin assessment ke film kita itu, cocoknya masuk ke festival mana. Nah, festival yang cocok bisa membantu film tersebut untuk mendapatkan distribusi film, spotlight dan karya buat filmmaker tersebut,” ujar Joko.

5. Kriteria film yang layak ke festival
image
Sutradara Joko Anwar. (Dok. IDN Times)

Saat ditanya kriteria seperti apa yang layak masuk ke festival, Edwin menjawab sulit untuk mengira-ngira karena dirinya sendiri pun tidak mengetahui secara pasti.

Sementara itu, Joko Anwar menjawab bahwa film yang masuk ke festival memiliki cerita yang tidak biasa. Ia menambahkan, proses pemilihan film yang dapat masuk ke festival pun dimulai dari produser dan sutradara film tersebut yang sudah dapat mengetahui arah perginya film tersebut.

“Penceritaannya harus mature, gak kenakan-kanakan, gak klise. Pokoknya ceritanya harus mature,” ungkap Joko. Kemudian, Joko mengatakan ketika sudah memutuskan jika suatu film akan dimasukkan ke festival, ada dua tujuan yang harus dicapai, yakni untuk mencari distribusi dan memperlihatkan karya ke negara lain.

“Distributor film akan datang ke festival film untuk mencari film yang akan mereka beli dan mereka distribusikan,” kata Joko.

Nah, itulah fakta bahwa festival film dapat mengubah karier para sutradara. Hasil dari panel diskusi tersebut diharapkan mampu memberikan pandangan baru bagi sineas Indonesia, terutama yang baru berkarya.

Oh ya, bicara soal Sundance Film Festival: Asia 2021, kamu juga bisa lho ikut rangkaian acaranya dari tanggal 23-26 September 2021. Akan ada Panel Discussion dan juga Awarding Night yang bisa kamu tonton secara gratis di TikTok Sundance Film Festival: Asia 2021 ya! Kapan lagi kamu bisa tonton hasil diskusi terkait perkembangan industri film Indonesia? Ini kesempatanmu, dan klik di sini untuk menontonnya.

Dikutip dari IDN Times/Rafifa Nur Shabira

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *